Program MIKROINSPIA yang digelar pada Minggu, 5 Oktober 2025 lalu oleh Perhimpunan Mahasiswa Mikrobiologi (PERMAHAMI) Faperta UGM lalu memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa yang terlibat, terutama dalam hal empati, kesadaran sosial, dan pemahaman dunia pendidikan anak. Acara yang bertempat di Kelompok Belajar Realino, membawa pengalaman baru bagi para mahasiswa Mikrobiologi Faperta untuk turun langsung mengajar anak-anak usia TK hingga SD yang berasal dari latar belakang ekonomi dan akses pendidikan yang beragam.
Ketua Pelaksana, Oddie Christian Tamzil, mengungkapkan bahwa pengalaman volunteer yang telah ia lakukan menjadi alasan utama tercetusnya program ini. Dalam wawancaranya, ia mengungkapkan bahwa pengalaman belajar dan mengajar merupakan suatu hal yang berbeda namun memiliki keterkaitan yang erat, sehingga ia berharap bahwa sebagai mahasiswa tidak hanya mendapat pengalaman sebagai pembelajar namun juga sebagai seorang pengajar
“Aku menemukan bahwa ketika kita belajar dan mengajar itu dua hal yang benar-benar berbeda… dan aku ingin teman-teman merasakan pengalaman itu juga.” Ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan menghadapi dinamika belajar-mengajar secara langsung, termasuk memahami beragam karakter anak. Oddie menuturkan bahwa proses ini membuka cara pandang baru bagi para mahasiswa dalam mengeksplorasi dunia pembelajaran bagi anak.

“Jujur, mengajar anak anak disana butuh banyak kesabaran. Latar belakang keluarga dan ekonomi mereka juga berbeda beda dan itu sangat mempengaruhi bagaimana anak tumbuh dan beradaptasi. Dari situ teman-teman belajar dunia kenyataan.”
Ia juga menyoroti bagaimana pengalaman ini mengajarkan empati yang lebih dalam. Oddie berpendapatan bahwa seharusnya mahasiswa mulai membuka mata bahwa masih banyak orang yang memerlukan bantuan disekitar kita. Melalui pengalaman ini ia juga menyoroti kesadaran manusia sebagai makhluk sosial yang tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain melalui tindakan-tindakan sederhana yang berdampak nyata.
Selain memberikan manfaat kepada anak-anak, program ini memperkaya mahasiswa sebagai calon lulusan pertanian yang kelak terjun ke masyarakat. Pengalaman mengajar, memahami emosi anak, serta beradaptasi dengan kondisi di lapangan menjadi nilai penting yang tak diajarkan secara formal di kelas.
Melalui program ini, MIKROINSPIA tidak hanya menjadi wadah berbagi ilmu, tetapi juga sarana mahasiswa melatih empati, mengasah kepekaan sosial, dan memahami bahwa pendidikan bukan sekadar teori melainkan praktik yang bersisian di kehidupan nyata.
Program ini merupakan salah satu komitmen Departemen Mikrobiologi UGM untuk mendukung program SDGs pada poin 4 : Pendidikan Berkualitas, poin 10 : Pengurangan Ketimpangan dan Poin 16 : Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh.
Penulis : Noor Amelia Putri