Bantul – Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Hayati Berbasis Mikroba bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Aula Kelurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, pada Sabtu (18/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung penerapan pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan mikroorganisme sebagai pupuk hayati.

Acara dibuka oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Wijirejo dan dilanjutkan dengan sambutan dari Lurah Wijirejo, Wisnu Riyanto, A.Md. Dalam sambutannya, pemerintah kelurahan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan Fakultas Pertanian UGM yang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi petani, khususnya meningkatnya biaya produksi akibat ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian UGM, Dr. Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., menjelaskan bahwa pupuk hayati berbasis mikroba merupakan salah satu inovasi yang mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih ramah lingkungan. Menurutnya, pemanfaatan mikroorganisme bermanfaat tidak hanya meningkatkan efisiensi pemupukan, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tanah sehingga produktivitas lahan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Pelatihan diikuti oleh sekitar 60 peserta yang berasal dari 10 Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Wijirejo. Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh pelatihan praktik mengenai pembuatan pupuk hayati berbasis mikroba, pengenalan bahan dan peralatan, serta teknik aplikasi yang tepat di lahan pertanian. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai penerapan pupuk hayati pada berbagai komoditas pertanian yang dibudidayakan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil survei pendahuluan yang dilakukan tim Fakultas Pertanian UGM bersama Pemerintah Kelurahan Wijirejo. Melalui diskusi tersebut, diketahui bahwa kelompok tani dan KWT membutuhkan pendampingan dalam penerapan teknologi pertanian yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, materi pelatihan disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar dapat langsung diterapkan di lapangan.

Selain pelaksanaan pelatihan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Fakultas Pertanian UGM dan Pemerintah Kelurahan Wijirejo. Kedua pihak berkomitmen untuk terus mengembangkan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk pengembangan demplot serta inovasi pertanian berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani di Kelurahan Wijirejo.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami manfaat pupuk hayati berbasis mikroba sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Dengan meningkatnya kapasitas petani dalam memproduksi dan mengaplikasikan pupuk hayati secara mandiri, sistem budidaya yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan dapat terus dikembangkan di Kelurahan Wijirejo.