Departemen menyelenggarakan kegiatan Asistensi Asisten Praktikum Biokimia Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran berbasis laboratorium. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam memastikan kesiapan akademik dan teknis para asisten sebelum pelaksanaan praktikum dimulai. Pada Semester Genap TA 2025/2026, Praktikum Biokimia akan diikuti oleh 626 praktikan mahasiswa yang berasal dari seluruh program studi di Fakultas Pertanian. Jumlah peserta yang besar ini menuntut kesiapan yang optimal, baik dari sisi manajemen pelaksanaan, koordinasi tim asisten, maupun ketertiban dan keselamatan kerja di laboratorium.
Kegiatan asistensi dihadiri oleh Koordinator Praktikum, Kepala Departemen Mikrobiologi Pertanian, Dosen PIC kelas praktikum, tenaga kependidikan, laboran, dan seluruh asisten Praktikum Biokimia dari mahasiswa angkatan 2022 dan 2023. Kehadiran pimpinan program studi mencerminkan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan praktikum yang berkualitas, terstandar, serta selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah.
Acara dibuka secara resmi oleh Dosen Koordinator Praktikum. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa peran asisten praktikum tidak hanya sebatas membantu pelaksanaan teknis di laboratorium, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Asisten diharapkan mampu menjadi fasilitator akademik yang komunikatif, teliti, disiplin, serta menjunjung tinggi etika dan keselamatan kerja laboratorium. Penekanan juga diberikan pada pentingnya profesionalisme, koordinasi tim, dan tanggung jawab dalam menjaga ketertiban serta keamanan selama kegiatan praktikum berlangsung.

Sesi inti kegiatan diisi dengan materi penyegaran (refreshment) yang disampaikan oleh M. Saifur Rohman, M. Eng., Ph.D. dan Ahmad Suparmin, S.P., M. AgrSc., Ph.D. Materi yang diberikan mencakup penguatan kembali konsep-konsep dasar biokimia yang menjadi landasan setiap percobaan, penjelasan teknis terkait alur dan mekanisme pelaksanaan praktikum, serta penekanan pada standar operasional prosedur (SOP) laboratorium. Selain itu, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) laboratorium juga menjadi perhatian utama, mengingat praktikum biokimia melibatkan penggunaan bahan kimia dan peralatan yang memerlukan ketelitian serta kepatuhan terhadap prosedur.
Melalui kegiatan asistensi ini, diharapkan para asisten Praktikum Biokimia semakin siap secara akademik, teknis, maupun mental dalam menjalankan tugasnya. Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan praktikum diharapkan dapat berjalan efektif, tertib, aman, serta mampu mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa secara optimal sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan departemen.