Yogyakarta – Program Studi Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), menunjukkan daya tarik yang kuat di kalangan calon mahasiswa. Pada penerimaan mahasiswa tahun 2026, tercatat sebanyak 608 peminat mendaftar ke Program Studi Mikrobiologi Pertanian. Dari jumlah tersebut, hanya 38 mahasiswa yang diterima dan melakukan registrasi, sehingga rasio persaingan mencapai sekitar 1:16. Artinya, dari setiap 16 calon mahasiswa yang berminat, hanya sekitar satu mahasiswa yang berhasil diterima. Tingkat persaingan ini menunjukkan bahwa Mikrobiologi Pertanian menjadi salah satu program studi yang cukup diminati di lingkungan Fakultas Pertanian UGM.
SDG 9: INDUSTRY INNOVATION AND INFRASTRUCTURE
Yogyakarta – Program Bachelor Agricultural Microbiology Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan akreditasi oleh ASIIN (Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics). Keputusan tersebut ditetapkan oleh Accreditation Commission ASIIN pada 26 Juni 2026 dan disampaikan melalui surat keputusan tertanggal 14 Juli 2026.

Berdasarkan keputusan tersebut, Program Bachelor Agricultural Microbiology memperoleh status “All requirements fulfilled” dengan masa akreditasi maksimum hingga 30 September 2031. Keputusan ini menjadi capaian penting bagi Program Studi Mikrobiologi Pertanian UGM dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pengakuan internasional. Akreditasi internasional ASIIN menunjukkan bahwa penyelenggaraan program studi telah memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi internasional tersebut.
Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., Kepala Program Studi Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Live Class “Strategic Start: Publikasi Jurnal untuk Dosen Pemula” yang diselenggarakan oleh DuniaDosen.com pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom tersebut mengangkat topik strategis mengenai publikasi ilmiah bagi dosen pemula, khususnya dalam membangun langkah awal yang tepat untuk menghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah.
Kepala Program Studi Sarjana Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., menjadi narasumber dalam Kuliah Umum Biopsikologi yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mengusung tema “Beyond Digestion: Mengungkap Peran Mikrobioma Usus dalam Kesehatan Mental”, kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2026 di Auditorium Lantai 3 Gedung Faried Ma’roef UAD dan diikuti oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah Biopsikologi.
Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), terus memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia industri dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan diskusi dan penjajakan kerja sama bersama PT Sumberdaya Agri Abadi yang dilaksanakan pada 6 Juli 2026 di Koperasi Sapi Merapi Sejahtera (SAMESTA), Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D., Kepala Laboratorium Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM, sebagai tindak lanjut undangan dari PT Sumberdaya Agri Abadi untuk membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan Climate-Smart A2 Dairy Cattle Breeding Acceleration Pilot Program to Improve Genetic Quality and A2 Beta-casein Milk Production.
Kehadiran DNA Synthesizer di Departemen Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian UGM merupakan bagian dari upaya penguatan infrastruktur riset yang dinahkodai oleh Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D. sebagai salah satu penggerak pengembangan riset biologi molekuler dan bioteknologi di departemen. Di bawah kepemimpinannya, Departemen Mikrobiologi Pertanian terus memperluas kapasitas penelitian melalui penyediaan fasilitas mutakhir yang mendukung pengembangan ilmu mikrobiologi, biologi molekuler, bioteknologi pertanian, serta bidang-bidang terkait lainnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan inovasi di bidang pertanian, pangan, lingkungan, dan bioteknologi, peran mikrobiologi menjadi semakin penting. Mikroorganisme tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berperan dalam pengembangan pupuk hayati, pengendalian penyakit tanaman, pengolahan limbah, fermentasi pangan, hingga bioteknologi industri. Kondisi ini membuka peluang karier yang luas bagi lulusan Mikrobiologi Pertanian.
Data Tracer Study Program Studi Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, UGM pada tahun 2025 menunjukkan bahwa lulusan memiliki prospek kerja yang sangat baik dan mampu beradaptasi di berbagai sektor pekerjaan. Sebagian besar alumni bekerja pada bidang yang sesuai dengan kompetensi yang diperoleh selama masa studi, terutama di sektor laboratorium dan penelitian.
Ketika menikmati sepotong cokelat, sebagian besar orang mungkin hanya membayangkan biji kakao, petani, atau proses pengolahannya di pabrik. Namun, ada aktor penting yang jarang mendapat perhatian, meskipun berperan besar dalam menentukan kualitas cokelat yang kita nikmati. Aktor tersebut adalah mikroorganisme, terutama bakteri dan khamir (yeast), yang bekerja selama proses fermentasi biji kakao. Tanpa melalui proses fermentasi, biji kakao akan terasa pahit dan tidak menghasilkan aroma khas cokelat ketika diolah (Thompson et al., 2000). Fermentasi biji kakao yang berhasil memerlukan rangkaian aktivitas mikroba tertentu, yaitu aktivitas yeast, bakteri asam laktat (LAB), dan bakteri asam asetat (AAB). Ini adalah kesimpulan utama dari berbagai studi yang dilakukan tentang proses fermentasi biji kakao yang mencakup sebagian besar negara penghasil kakao, termasuk Indonesia (Ardhana and Fleet 2003), Malaysia (Papalexandratou et al. 2013) , Brasil (Illeghems et al. 2015), dan Australia (Ho et al. 2015).. Oleh karena itu, para ilmuwan sering menyebut mikroba sebagai “pahlawan tak terlihat” di balik secangkir minuman cokelat atau sebatang cokelat premium.
Kegiatan internasional menjadi salah satu upaya penting dalam memperluas jejaring akademik, meningkatkan kapasitas penelitian, serta memperkuat kolaborasi antara peneliti lintas negara. Melalui program visiting researcher, dosen memiliki kesempatan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan penelitian bersama, dan mempelajari berbagai pendekatan ilmiah yang diterapkan di institusi mitra. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendorong pengembangan riset yang lebih inovatif dan berdaya saing global.
Prof. Irfan Dwidya Prijambada, Dosen dari Departemen Mikrobiologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan industri pangan di Inggris yaitu 3PUKSEA (Plant Protein Plus Network UK-SE Asia) dengan mengangkat tema Plant Protein Plus Network UK–SE Asia (3PUKSEA): Multi-disciplinary collaboration for plant protein research and innovation network between the UK and South-East Asia pada April 2026. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama internasional yang berfokus pada pemanfaatan protein beras sebagai sumber plant-based protein alternatif yang berkelanjutan.