Pusat Pastoral Mahasiswa (PPM) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan diskusi daring bertajuk “Urgensi Kesetaraan Akses Pendidikan bagi Anak-Anak di Nusa Tenggara Timur” pada Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan yang disiarkan melalui media sosial PPM DIY ini menghadirkan berbagai narasumber dengan latar belakang akademik, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk membahas tantangan serta peluang dalam meningkatkan akses pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu narasumber yang hadir adalah Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia dan sebagai instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Menurutnya, meskipun berbagai kemajuan telah dicapai, masih terdapat kesenjangan akses pendidikan yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur, akses transportasi, serta fasilitas pembelajaran.
Diskusi juga menghadirkan Rosalia Bhoki, mahasiswa UGM asal Nusa Tenggara Timur, serta Anisa Sastro Diyono, CEO Step Up Flobamora yang bergerak di bidang pendidikan di NTT. Para narasumber berbagi pengalaman dan pandangan mengenai kondisi pendidikan di berbagai wilayah NTT, termasuk tantangan yang dihadapi siswa dalam mengakses pendidikan berkualitas. Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh komunitas, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial juga dipaparkan sebagai bagian dari solusi untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dan generasi muda di daerah tersebut.
Melalui forum diskusi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa kesetaraan akses pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari perguruan tinggi, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pemerataan pendidikan serta mendorong lahirnya berbagai kolaborasi yang mampu memperkuat akses dan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur. Semoga semangat kolaborasi dan kepedulian yang dibangun melalui diskusi ini dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan dapat diakses oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.