Kegiatan seminar kerja lapangan menjadi salah satu media bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil pembelajaran dan pengalaman yang diperoleh selama pelaksanaan kegiatan di dunia industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari selama perkuliahan, tetapi juga mendapatkan gambaran secara langsung mengenai kondisi serta sistem kerja di lingkungan profesional.
Dalam seminar kerja lapangan yang dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, Shafinka Desya, mahasiswa Program Studi Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian UGM, mempresentasikan hasil kerja lapangannya yang mengangkat topik Penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) di PT Cheil Jedang Indonesia, Pasuruan. Selama pelaksanaan kerja lapangan, Shafinka terlibat dalam berbagai kegiatan pada bagian Quality Assurance (QA), di antaranya melakukan koreksi Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan, mengikuti audit internal maupun audit eksternal termasuk audit Kosher, serta mengamati kegiatan QA pada bagian gudang. Berbagai aktivitas tersebut memberikan pengalaman baru mengenai sistem pengendalian mutu yang diterapkan di lingkungan industri.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Shafinka adalah kesempatan untuk mengikuti proses audit internal dan eksternal perusahaan. Selain menjadi pengalaman baru, kegiatan tersebut juga memberikan gambaran nyata mengenai penerapan sistem pengawasan mutu pada industri berskala besar. “Yang paling seru menurutku saat diajak mengikuti audit internal dan eksternal karena benar-benar menjadi pengalaman baru, apalagi saat diajak berkeliling melihat area pabrik yang sangat besar,” ungkap Shafinka.

Selain mengikuti proses audit, pengalaman lain yang menarik baginya adalah mengamati budaya kerja pada bagian Quality Assurance yang menjalankan SOP secara konsisten dan detail. Menurutnya, ketelitian para pekerja menjadi salah satu hal yang paling menonjol selama pelaksanaan kerja lapangan. “Yang paling nancep itu cara mereka bekerja terutama di QA benar-benar bekerja sesuai SOP. Bahkan saat ikut ke gudang, orang QA bisa mengetahui ada kemasan yang tidak sesuai standar hanya dengan melihat sekilas,” jelasnya. Shafinka juga menilai bahwa penerapan HACCP di PT Cheil Jedang Indonesia telah dijalankan dengan baik. Menurutnya, setiap temuan yang muncul tidak hanya didokumentasikan sebagai prosedur administratif, tetapi juga ditindaklanjuti melalui tindakan nyata. Selain itu, aspek keselamatan kerja juga menjadi salah satu prioritas penting di perusahaan.
Menurutnya, kegiatan kerja lapangan memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa karena kondisi nyata di lingkungan kerja memiliki perbedaan dengan gambaran ideal yang diperoleh di lingkungan perkuliahan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru terkait dunia kerja dan penerapan ilmu secara langsung. “Kerja lapangan sangat bermanfaat karena realita di perusahaan berbeda dengan apa yang dipelajari di kampus. Setidaknya kegiatan ini memberikan gambaran untuk kedepannya,” ujarnya. Selain memperoleh pengalaman mengenai penerapan HACCP, kegiatan kerja lapangan juga memberikan pemahaman baru terkait proses audit serta sistem kerja pada bidang Quality Assurance yang belum banyak dipelajari selama perkuliahan. Kegiatan seminar kerja lapangan ini juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian SDG 3, SDG 4, SDG 8, SDG 9, serta SDG 12 melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kompetensi mahasiswa, serta penerapan sistem keamanan pangan dan praktik industri yang berkelanjutan.