Komitmen untuk menghadirkan solusi lingkungan yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat kembali diwujudkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Salah satu program yang dipimpin oleh Prof. Irfan Dwidya Prijambada, berhasil meraih pendanaan Program EQUITY 2026 untuk mengembangkan model pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui kolaborasi internasional. Berdasarkan penetapan penerima pendanaan oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, program yang diusung berjudul “Community Development for Sustainable Waste Management: A Collaborative International Student Program in Yogyakarta”.

Mengusung semangat “Empowerment, Not Charity”, program ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan berbasis pengetahuan, bukan sekadar pemberian bantuan sesaat. Melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa internasional, dan masyarakat, program ini dirancang untuk membangun kapasitas komunitas dalam mengelola permasalahan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan perubahan sosial yang lebih kuat karena masyarakat terlibat langsung sebagai subjek utama dalam proses pengembangan solusi.
Program ini berfokus pada pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Melalui integrasi riset aplikatif dan kegiatan pemberdayaan masyarakat, program ini tidak hanya mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan limbah, tetapi juga menghasilkan data dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di tingkat komunitas. Salah satu kegiatan utama yang akan dilakukan adalah pemetaan produksi sampah secara periodik untuk mengidentifikasi jenis, volume, sumber, serta pola timbulan sampah pada masyarakat sasaran. Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merancang strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif, terukur, dan sesuai dengan kondisi lokal.
Selain pemetaan, program ini juga mengembangkan berbagai pendekatan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah melalui praktik pemilahan sampah dari sumbernya, pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, pemanfaatan kembali material yang masih bernilai guna, serta penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas. Kegiatan edukasi lingkungan akan dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan, dan demonstrasi praktik baik yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Keterlibatan mahasiswa internasional dalam program ini memberikan nilai tambah melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif global mengenai pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Interaksi antara mahasiswa internasional, sivitas akademika UGM, dan masyarakat lokal diharapkan mampu menghasilkan inovasi sosial yang adaptif terhadap tantangan lingkungan saat ini. Melalui semangat empowerment, not charity, program ini berupaya membangun kapasitas masyarakat secara berkelanjutan sehingga mampu mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang mandiri, berbasis data, dan memiliki dampak jangka panjang bagi kualitas lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak bagi perbaikan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui riset, inovasi, dan kolaborasi global.