Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), terus memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia industri dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan diskusi dan penjajakan kerja sama bersama PT Sumberdaya Agri Abadi yang dilaksanakan pada 6 Juli 2026 di Koperasi Sapi Merapi Sejahtera (SAMESTA), Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D., Kepala Laboratorium Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM, sebagai tindak lanjut undangan dari PT Sumberdaya Agri Abadi untuk membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan Climate-Smart A2 Dairy Cattle Breeding Acceleration Pilot Program to Improve Genetic Quality and A2 Beta-casein Milk Production.
Program tersebut bertujuan untuk mempercepat pengembangan peternakan sapi perah berbasis climate-smart agriculture, sekaligus meningkatkan kualitas genetik sapi perah dan produksi susu yang mengandung A2 beta-casein. Susu A2 dikenal memiliki kandungan protein beta-kasein tipe A2 yang dinilai lebih mudah dicerna oleh sebagian konsumen dibandingkan susu konvensional yang mengandung campuran protein A1 dan A2.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama penelitian dan pengembangan, khususnya pemanfaatan mikrobiologi pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sistem peternakan sapi perah. Beberapa topik yang menjadi fokus antara lain pengembangan teknologi berbasis mikroorganisme untuk meningkatkan kesehatan ternak, pengelolaan limbah peternakan, peningkatan kualitas pakan melalui fermentasi, serta implementasi inovasi yang mendukung pertanian dan peternakan rendah emisi.
Kolaborasi antara Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM dan PT Sumberdaya Agri Abadi diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan produktivitas peternakan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penerapan teknologi yang adaptif terhadap perubahan iklim. Selain itu, kerja sama ini membuka peluang bagi pelaksanaan riset terapan, pengembangan teknologi, serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kemitraan dengan sektor industri dan koperasi peternak, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM terus berkomitmen memperkuat hilirisasi hasil riset sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor pertanian dan peternakan nasional.