Berikut contoh berita dengan gaya penulisan berita.ugm.ac.id atau website fakultas.
YOGYAKARTA – Kesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri kini semakin terbuka bagi mahasiswa dan lulusan Indonesia. Berbagai skema beasiswa internasional tersedia, namun masih banyak calon pelamar yang belum memahami strategi mempersiapkan diri, khususnya dalam memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris dan menyusun rencana studi. Menjawab kebutuhan tersebut, Interest Education Yogyakarta bekerja sama dengan narasumber dari Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan webinar bertajuk “The Gateway to Global Education: Unlocking International Opportunities through IELTS and Scholarship Pathway” pada Sabtu (6/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Webinar ini menghadirkan Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., dosen Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, yang dikenal sebagai penerima delapan beasiswa internasional selama perjalanan akademiknya. Dalam kesempatan tersebut, Desi membagikan pengalaman sekaligus strategi praktis dalam mempersiapkan studi lanjut di luar negeri, mulai dari membangun profil akademik, memilih program studi, hingga memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris melalui tes IELTS.
Dalam paparannya, Desi menjelaskan bahwa keberhasilan memperoleh beasiswa tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh perencanaan yang matang sejak dini. Menurutnya, calon pelamar perlu memahami karakteristik setiap program beasiswa, menyiapkan dokumen aplikasi secara sistematis, serta membangun pengalaman akademik maupun nonakademik yang relevan dengan bidang studi yang akan ditempuh.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pembahasan mengenai Garuda Scholarship dan LPDP Scholarship. Desi mengulas tahapan seleksi, komponen penilaian, serta strategi menyusun dokumen penting seperti curriculum vitae, study plan, personal statement, dan surat rekomendasi. Ia juga memberikan berbagai tips berdasarkan pengalaman pribadi selama mengikuti proses seleksi berbagai program beasiswa internasional.
Selain membahas strategi memperoleh beasiswa, webinar juga menyoroti pentingnya IELTS sebagai salah satu persyaratan utama untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi dunia. Desi menjelaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris bukan sekadar syarat administrasi, melainkan modal penting untuk berkomunikasi, mengikuti perkuliahan, melakukan penelitian, hingga membangun jejaring internasional selama masa studi.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, lulusan baru, hingga masyarakat umum yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri. Beragam pertanyaan diajukan, mulai dari strategi meningkatkan skor IELTS, memilih universitas tujuan, hingga kiat menghadapi wawancara beasiswa.
Sebagai bentuk dukungan bagi peserta, penyelenggara juga memberikan IELTS Vocabulary Handbook secara gratis kepada seluruh peserta webinar. Selain itu, 15 pendaftar pertama memperoleh kesempatan mengikuti kelas percobaan IELTS secara luring tanpa dipungut biaya sebagai langkah awal mempersiapkan diri menghadapi tes IELTS.
Melalui kegiatan ini, Interest Education Yogyakarta berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki keberanian dan kesiapan untuk mengakses pendidikan tinggi di tingkat internasional. Di sisi lain, keterlibatan dosen Universitas Gadjah Mada dalam berbagai forum edukasi semacam ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Dengan berbagi pengalaman nyata dan strategi yang aplikatif, webinar ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus panduan bagi calon penerima beasiswa untuk mempersiapkan studi lanjut secara lebih terarah. Semakin banyak mahasiswa Indonesia yang berhasil menempuh pendidikan di luar negeri diharapkan akan memperkuat jejaring akademik internasional serta meningkatkan kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di masa depan.