Widyaningrum Sri Sulistyawati, mahasiswi Program Studi Mikrobiologi Pertanian UGM telah melaksanakan rangkaian Kerja Lapangan (KL) di PT Ajinomoto Indonesia – Mojokerto Factory pada Januari 2026. Perjalanan tersebut membawanya mengenal lebih dekat dunia industri pangan, khususnya pada bidang Quality Control (QC) Mikrobiologi di salah satu perusahaan pangan terbesar di Indonesia.

PT Ajinomoto Indonesia merupakan perusahaan pangan asal Jepang yang dikenal luas melalui produk penyedap rasa AJINOMOTO. Selain itu, perusahaan ini juga memproduksi berbagai produk populer seperti Sajiku, Mayumi, Saori, dan Masako. Dengan slogan “Eat Well, Live Well”, perusahaan ini menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pangan sekaligus mendukung gaya hidup sehat.
Selama menjalani KL, Widya ditempatkan di departemen Quality Control (QC), khususnya pada bagian QC Mikrobiologi. Di laboratorium tersebut, ia bersama rekan-rekan lainnya melakukan pengujian cemaran bakteri dan jamur pada produk Ajinomoto beserta bahan bakunya. Selain itu, mereka juga melakukan pengecekan kualitas air minum, limbah, hingga sanitasi pabrik untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga. Menariknya, mahasiswa magang juga diberi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai jenis pengujian lain, mulai dari fisik, kimia, hingga organoleptik sehingga pengalaman KL tidak hanya terbatas pada bidang mikrobiologi saja.
Selama berada di laboratorium QC Mikrobiologi, Widya memperoleh banyak ilmu baru yang sebelumnya belum dipelajari secara mendalam di bangku kuliah. Ia belajar menggunakan petrifilm, membuat medium spesifik, hingga mengoperasikan autoklaf berukuran besar untuk kebutuhan industri. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan quality control dalam industri pangan sekaligus melatih kedisiplinan dan kemampuan kerja profesional.

Rangkaian KL ditutup dengan pelaksanaan Seminar KL yang digelar di lingkungan kampus. Pada seminar tersebut, Widya memaparkan hasil mini research yang dilakukan selama berada di perusahaan. Penelitian yang diangkat berfokus pada perbandingan cemaran yeast (khamir) dan mold (kapang) pada dua matriks pangan yang berbeda, yaitu tepung bumbu dan mayones. Sampel yang digunakan berasal dari produk kompetitor PT Ajinomoto karena perusahaan memiliki kebijakan ketat terkait kerahasiaan data internal (data confidentiality). Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ada atau tidaknya kontaminasi mikrobiologi pada produk pangan komersial serta mengaitkannya dengan proses pengecekan bahan baku, alur produksi, hingga metode pembuatan produk.
Bagi Widya, pengalaman KL di PT Ajinomoto Indonesia memberikan kesan yang sangat mendalam. Ia merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari lingkungan kerja yang suportif dan penuh pembelajaran. Ketelatenan para karyawan QC dalam membimbing mahasiswa magang menjadi salah satu hal yang paling membekas baginya. “Jangan pernah takut mencoba hal baru dan eksplorasilah semua bidang yang terbuka untukmu, karena ilmu dan pengalaman berharga yang didapatkan di Ajinomoto belum tentu bisa didapatkan di tempat lain,” pesannya kepada mahasiswa lain yang akan menjalani Kerja Lapangan.
Kegiatan Kerja Lapangan yang dilaksanakan Widyaningrum Sri Sulistyawati mencerminkan kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Ahda Nashira An-nisa
Editor: Agung Dian K