
Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil menarik perhatian masyarakat internasional melalui penyelenggaraan Municipal Waste Management: Workshop and Field Trip – Empowering Communities Through Sustainable Waste Solutions. Program yang akan diselenggarakan pada 20–26 Juli 2026 ini memperoleh antusiasme yang sangat tinggi dengan 408 pendaftar dari 42 negara, sementara hanya 25 peserta yang dipilih melalui proses seleksi yang kompetitif.
Tingginya minat peserta menunjukkan bahwa isu pengelolaan sampah perkotaan dan penerapan solusi berkelanjutan menjadi perhatian global. Seleksi dilakukan berdasarkan latar belakang akademik, pengalaman, motivasi, serta potensi peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di negara masing-masing.
Berdasarkan asal kawasan, Asia Tenggara menjadi wilayah dengan jumlah peserta terpilih terbanyak, yaitu 48%, disusul Afrika sebanyak 24%. Sementara itu, Eropa dan Amerika, Asia Timur, dan Asia Selatan masing-masing diwakili oleh 8%, sedangkan Timur Tengah diwakili oleh 4%. Distribusi ini mencerminkan keberagaman latar belakang peserta sekaligus memperkuat peran workshop sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara.

Gambar. Distribusi 25 Peserta per Kawasan Dunia
Dari keseluruhan pendaftar, mahasiswa sarjana (S1) mendominasi dengan 49,3%, diikuti oleh mahasiswa magister (S2) sebanyak 28,0%, dan mahasiswa doktoral (S3) sebanyak 8,5%. Selain itu, program ini juga menarik minat dosen dan staf akademik, peneliti, tenaga profesional, serta pejabat pemerintah, menunjukkan bahwa pengelolaan sampah perkotaan merupakan isu yang relevan bagi berbagai kalangan, baik akademisi maupun praktisi.
Dilihat dari asal negara, Filipina menjadi negara dengan jumlah pendaftar terbanyak, diikuti oleh Pakistan, Kamboja, Malaysia, Nigeria, Sudan, Vietnam, Gambia, Yaman, dan China . Selain sepuluh negara tersebut, terdapat pendaftar dari 32 negara lainnya, sehingga total negara yang berpartisipasi mencapai 42 negara.
Workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan melalui kombinasi kuliah pakar, diskusi interaktif, studi kasus, dan kunjungan lapangan ke berbagai fasilitas pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Peserta akan mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, penerapan ekonomi sirkular (circular economy), pemanfaatan mikroorganisme dalam pengolahan limbah organik, serta berbagai inovasi teknologi yang mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Melalui penyelenggaraan program ini, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM berharap dapat memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus menjadi wadah kolaborasi dalam pengembangan solusi pengelolaan sampah yang adaptif terhadap berbagai kondisi lokal di berbagai negara. Keberagaman peserta diharapkan mampu memperkaya diskusi, mendorong pertukaran pengalaman, dan melahirkan kerja sama yang berkelanjutan di bidang pengelolaan lingkungan.
Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pembelajaran internasional yang berkualitas, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pengembangan solusi pengelolaan sampah perkotaan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, SDG 13 (Climate Action) melalui upaya pengurangan dampak lingkungan akibat sampah, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi internasional antara akademisi, pemerintah, dan praktisi dari berbagai negara.
Dengan tingginya antusiasme peserta dari berbagai belahan dunia, workshop ini diharapkan menjadi salah satu platform internasional yang mendorong pertukaran pengetahuan dan pengembangan inovasi dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan berdaya guna bagi masyarakat global.