Yogyakarta – Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pertanian berkelanjutan melalui keterlibatan salah satu dosennya dalam proyek pengelolaan limbah biomassa perkebunan kelapa sawit.
Dr. Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., selaku Kepala Laboratorium Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM, menerima undangan dari Winrock International untuk mengikuti Kunjungan Lapangan Proyek Percobaan Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) skala industri yang dilaksanakan pada 30 Juni–3 Juli 2026 di kawasan Trubus Sentra Agrobisnis (TSA), Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif Winrock International, sebuah organisasi nirlaba internasional yang berbasis di Amerika Serikat dan telah berpengalaman lebih dari 40 tahun dalam menjalankan berbagai program di bidang pertanian, lingkungan, perubahan iklim, serta pembangunan masyarakat di lebih dari 60 negara. Melalui kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan komunitas lokal, Winrock International mengembangkan solusi berbasis sains untuk meningkatkan produktivitas pertanian, melestarikan sumber daya alam, dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Salah satu program yang dijalankan adalah WIPO GREEN Project, yang bertujuan mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan untuk mendukung praktik industri yang lebih berkelanjutan. Dalam kerangka proyek tersebut, Hari Yuwono, Team Leader – WIPO GREEN Project, Winrock International, mengundang Dr. Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech, Kepala Laboratorium Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM, untuk berpartisipasi dalam kunjungan lapangan proyek percobaan pengomposan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) skala industri di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Keterlibatan Dr. Nur Akbar diharapkan dapat memberikan masukan ilmiah terkait pemanfaatan mikroorganisme dalam pengolahan limbah biomassa perkebunan guna menghasilkan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selama kunjungan lapangan, peserta melakukan observasi terhadap proses pengomposan tandan kosong kelapa sawit pada skala industri, mengevaluasi aspek biologis dan teknis proses dekomposisi, serta mendiskusikan berbagai peluang pengembangan teknologi berbasis mikroorganisme untuk meningkatkan kualitas kompos dan efisiensi proses pengolahan limbah.
Keterlibatan Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan inovasi berbasis mikrobiologi untuk menjawab tantangan sektor pertanian dan perkebunan. Pemanfaatan mikroorganisme dalam pengolahan limbah organik tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan limbah biomassa yang lebih berkelanjutan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga internasional seperti Winrock International menjadi langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi hasil riset serta memperluas implementasi teknologi mikrobiologi di sektor industri. Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM akan terus mendorong sinergi dengan berbagai mitra untuk menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.