Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan survei lapangan di Dusun Bergan dan Kalurahan Wijirejo, Kabupaten Bantul, pada Jumat, 3 Juli 2026, sebagai langkah awal dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan pupuk kompos dan pupuk hayati. Tim pengabdian dipimpin oleh Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., Ph.D. dengan melibatkan dosen lintas bidang dari Fakultas Pertanian UGM serta mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan survei bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyusun teknis pelaksanaan pelatihan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kalurahan dan kelompok tani wanita (KWT) agar program pengabdian dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Program ini merupakan bagian dari komitmen Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM dalam mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan melalui pemanfaatan mikroorganisme untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Berdasarkan hasil koordinasi, kegiatan pengabdian akan diawali dengan pelatihan pembuatan pupuk kompos di Dusun Bergan yang dijadwalkan pada segera. Selanjutnya akan dilaksanakan pelatihan pembuatan pupuk hayati di Kalurahan Wijirejo dengan jadwal yang disesuaikan bersama pemerintah kalurahan.
Pelatihan pupuk hayati direncanakan melibatkan sekitar 60 peserta yang berasal dari 10 Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan didampingi oleh delapan dosen dari Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan akan dilaksanakan di Aula Kalurahan Wijirejo pada akhir pekan agar dapat diikuti secara optimal oleh para peserta. Materi pelatihan akan disusun berdasarkan kebutuhan yang dihimpun dari masing-masing KWT melalui kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat, sehingga solusi yang diberikan dapat menjawab permasalahan pertanian yang dihadapi masyarakat setempat.
Selain penyampaian materi, peserta juga akan mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk hayati menggunakan metode fermentasi, mulai dari pengenalan bahan dan peralatan, proses produksi, hingga teknik aplikasi pada tanaman. Pendekatan praktik ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sehingga teknologi yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri di tingkat kelompok tani.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Kalurahan Wijirejo, Bapak Wisnu Riyanto, A.Md., Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), Bapak Muji Lestari dan pejabat setempat, dibahas berbagai peluang kolaborasi antara Kalurahan Wijirejo dan Fakultas Pertanian UGM. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kalurahan menyampaikan harapannya agar Wijirejo dapat dikembangkan sebagai desa binaan Fakultas Pertanian UGM. Selain itu, Pemerintah Kalurahan menawarkan lahan tidak produktif seluas sekitar 1,5 hektare yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan pendidikan, penelitian, demonstrasi plot (demonstration plot), maupun pengabdian kepada masyarakat. Turut dibahas pula peluang pengembangan komoditas pertanian melalui penyediaan bibit tanaman hasil inovasi Fakultas Pertanian UGM, termasuk bibit stek pisang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi lahan di Kalurahan Wijirejo.

Program pengabdian ini merupakan implementasi dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian UGM yang berfokus pada pelatihan pembuatan pupuk hayati berbasis mikroba untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan lokal. Rangkaian kegiatan meliputi survei lokasi, sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk hayati menggunakan metode fermentasi, pelatihan aplikasi pada tanaman, hingga monitoring dampak penerapan teknologi di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM berharap teknologi pupuk hayati berbasis mikroorganisme dapat menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian di Kabupaten Bantul.